Sekelebat pikiranku melayang pada 3 tahun yang silam, sebelum aku bisa memakai pakaian yang ada foto yang aku tempel didinding, seorang anak meminta izin untuk melanjutkan cita-citanya, hanya bermodalkan keyakinan saja "DIMANA ADA KEMAUAN DISITU ADA JALAN".
Anak : Ayah/Ibu, saya sekarang sudah menyelesaikan studi SMA, perjuanganku belum sampai disini saja...
Ayah : Iya kami tahu itu,, terus apa rencanamu
Ibu : Iya nak, selanjutnya apa rencanamu setelah menyelesaikan Pendidikanmu
Anak : Ayah/Ibu aku punya cita-cita yang sangat tinggi sekali, tapi aku bingung kalau cita-cita ini tanpa ada dukungan dari keluarga terutama Ayah/Ibu
Ayah : Iya nak, kami akan dukung kamu, kamu mau kemana saja boleh. do'a kami menyertaimu, kan yang menjalani hidup kamu sendiri, kamu mau merantau lagi juga gak apa-apa.
Anak : Ayah/Ibu, aku ingin melanjutkan sekolahku, aku ingin kulyah karena menurut saya untuk tamatan SMA sekarangkan tidak ada gunanya, susah mencari pekerjaan atau bisa dibilang sangat dicuekin...
Ibu : Nak... kami tahu kamu punya keinginan besar untuk meneruskan pendidikan,, darimana kami bisa memberikan dana yang konon katanya sangat besar untuk kuliyah mu, sedangkan menyekolahkan kamu di jenjang SMA saja untung selesai, ayah/ibu sudah tidak sanggup untuk menyekolahkanmu nak... (sambil menangis)
Begitu yakin akupun mempertimbangkan kalimat-kalimat yang membuat hatiku gundah, dengan meyakinkan orang tuaku agar mereka bisa memberikan dukungan dan motivasi untukku.
Anak : Ayah/Ibu insya Allah aku bisa mengatasi masalah itu, karena sebelumnya paman mau membantu saya asal aku bisa menjalankan usaha rentalnya. Jadi dari hasil rental itu saya bisa membiayai kulyah ku, Ayah/Ibu do'akan saja biar aku bisa lanjutkan pendidikanku ke jenjang yang lebih tinggi.
Ayah : Apa kamu sudah yakin dengan tindakanmu itu, apa gak sebaiknya kamu cari kerja dulu untuk mengumpulkan dana, setelah itu baru melanjutkan pendidikanmu.
Anak : Insya Allah aku yakin, asal Ayah/Ibu dan keluarga bisa dukung aku
Ibu : yaaa sudah kalau begitu kami akan dukung kamu, tapi kamu harus benar-benar, jangan kecewakan ayah dan ibu, terutama orang yang telah membantu kamu. kami juga tidak akan menyia-nyiakan kamu, sekedar membantumu kami akan usahakan apa bila suatu saat nanti kamu membutuhkan separo dana kulyah yang kurang dan kami akan selalu berusaha untuk membantumu, tapi kami tidak bisa memberi bantuan untuk kamu apabila seandainya suatu saat kamu meminta dana sepenuhnya dari kami.
Anak : Terima kasih ya ayah/ibu aku takkan mengecewakan kalian apa lagi orang lain, aku akan mencapai cita-citaku
Pikiranku terus melayang membahana entah kemana, tanpa iringan do'a dan restu orang tua serta keluarga mungkin sekarang aku belum bisa memakai pakaian seperti yang aku kenakan di foto itu, dengan memakai baju dan toga kebanggan, meskipun itu sebatas pendidikan Diploma, cukuplah untuk mengobati perjuangan selama 3 tahun ini, akhirnya aku bisa menghapus linangan air mata ibuku menggantinya dengan senyuman yang indah, dan mengurangi keringat ayahku yang selalu mencucur untuk keberhasilanku, setelah hari wisuda ku tanggal 27 Juli 2011 aku melihat air mata rasa haru dan bangga melihat keberhasilanku.
Sungguh do'a seorang ibu sangat mujarab, dia telah melawan apa yang dikatakan orang-orang hanya memandang keadaan fisik seorang putranya, dia selalu memberikan do'a yang selalu saya ingat, begitu kuat seorang ibu membela anaknya setiap hinaan itu datang "Lihatlah anakku yang sekarang kalian hina, suatu saat dia akan menenteng/membawa MAP keberhasilan dan anda tidak akan mencela anak kecil ini dengan begitu hinanya". Ibu kata-katamu menguatkan hatiku, sehingga kata-kata itu tidak bisa aku hilangkan dalam pikiranku dan selalu terngiang-ngiang sehingga aku terus semangat dalam mencapai cita-citaku.
Jejak-jejak penderitaanmu akan aku hapus dengan kebahagiaan, tetes air matamu akan berganti dengan senyuman, cucuran keringatmu akan menjadi sebuah gambar perjuangan, dan perjuanganmu akan aku bantu dengan tanggung jawabku sebagai anakmu.
Sunggu aku tidak akan menyakiti hati Ayah dan Ibu, apa lagi harus mengecewakan mereka.
I Love U Ayah dan Ibu